Satuan Radar 243 Timika Resmi Beroperasi

Satuan Radar 243 Timika Resmi Beroperasi
Satuan Radar 243 Timika Resmi Beroperasi
Lanjut Kasau, keberadaan lima Satrad di Indonesia Timur saat ini, yaitu di Kupang, Saumlaki, Merauke, Biak, dan Timika, dirasa masih kurang. Sebab, masih ada beberapa wilayah di Papua belum terkaver secara lengkap. Sehingga kedepan pihaknya merencanakan melakukan pemasangan Radar di Jayapura dan Manokwari. “Dengan demikian, seluruh daerah yang ada di Papua bisa terdeteksi dan terkaver dengan baik,” ujar Kasau.

Kasau menjelaskan, Satrad 243 Timika  yang baru diresmikan, merupakan pembangunan Satrad ke 19, dari 32 Satrad yang masuk dalam perencanaan Sistem Pertahanan Udara Nasional (Sishanudnas) pada tahun 2024. Sebanyak 32 Radar direncanakan dibangun hingga tahun 2024.

Menurutnya, selain target pembangunan 32 Radar tersebut, masih ada radar-radar lain yang akan dibangun. “Radar yang sudah ada ini, bisa menangkap benda yang jauh, tetapi sudutnya agak ke atas, sehingga perlu radar-radar yang lebih kecil untuk melihat sasaran yang di bawah,” jelasnya.

Disinggung mengenai potensi pelanggaran udara di Indonesia Timur, khususnya Timika, Kasau pengatakan, pembangunan Satuan Tadar ini untuk menjaga wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga diharapkan, tidak ada pesawat asing atau tidak dikenal yang masuk wilayah udara tanpa seijin TNI AU, terlebih lagi tanpa sepengetahuan TNI AU.

“Ibaratnya sebuah rumah, biar lebih aman dan nyaman, maka rumah itu akan dipagari. Dimana pagar tersebut bertujuan agar orang masuk bisa diketahui. Mungkin dengan kamera tv, penjaga dan yang lainnya, agar rumah kita tidak kemalingan,” paparnya.

TIMIKA – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI, Imam Sufaat, S.IP telah meresmikan operasional Satuan Radar (Satrad) 243 Timika

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News