Sayur Kendal Tingkatkan Literasi Anak Lewat Sayembara Menulis Cerpen

Sayur Kendal Tingkatkan Literasi Anak Lewat Sayembara Menulis Cerpen
Seorang storyteller Pradika Gusti Aryabie atau biasa disapa kak Dika. Foto: Dokpri

Selain itu, Sayur Kendal juga sangat konsen terhadap lingkungan sehingga mengadakan lomba menulis cerpen Kisah Bumi. Lomba ini menghadirkan tim yuri untuk memilih 15 cerita terbaik. Mereka adalah Idrus F. Shahab, Surasono, dan Sobary.

"Mengadakan sayembara menulis cerita pendek anak Kisah Bumi ini seperti menebar jaring," ujar Idrus.

Dia mengaku tidak tahu ikan apa yang bisa ditangkap. "Di luar dugaan, kami menerima 218 cerita pendek anak dari berbagai daerah di Indonesia. Ini menandakan bahwa cerita anak-anak masih hidup, terus ditulis, diminati dan digemari,” ujar Kak Dika.

Sebanyak 50 cerita terbaik itu akan dijadikan konten story telling, nantinya cerita tersebut akan di-upload di channel Youtube Nara Kupu Village.

Kak Dika adalah seorang storyteller yang mulai menyukai storytelling dari tahun 2016.

“Mulai suka storytelling pada saat awal masuk kuliah tahun 2016, mulai dari mengikuti komunitas StandUp Indo Kuningan saya senang bercerita tentang keresahan yang dibungkus dengan komedi,” ujar Kak Dika.

Kak Dika melanjutkan, “setelah itu tertariklah dengan konten youtube yang membahas sebuah kejadian atau peristiwa bersejarah."

Lebih lanjut, Kak Dika mengatakan, "belajar di komunitas untuk menyampaikan suatu pesan kepada para pendengar cerita kita, juga melalui platform youtube banyak belajar seputar storytelling.”

Sayur Kendal meningkatkan literasi anak dengan menyelenggarakan sayembara menulis cerita pendek (cerpen) tentang anak bertajuk ‘Kisah Bumi’.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News