SBR Hanya Laku Rp 2,3 Triliun

SBR Hanya Laku Rp 2,3 Triliun
SBR Hanya Laku Rp 2,3 Triliun

Dalam instrumen ivestasi ini, pemerintah menetapkan skema kupon mengambang dengan tingkat minimal (floating with floor) sebesar 8,75 persen per tahun. Selama tiga bulan pertama (31 Mei - 20 Agustus 2014), kuponnya ditetapkan berdasar tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) 7,50 persen ditambah spread 125 basis poin.

Tingkat kupon tersebut akan disesuaikan setiap tiga bulan sekali. Misalnya, jika tingkat bunga penjaminan LPS naik menjadi 8,00 persen, kupon SBR001 akan ikut naik menjadi 8,00 + 1,25 atau 9,25 persen. Namun jika misalnya tingkat bunga penjaminan LPS turun menjadi 7,00 persen, maka kupon SBR001 akan tetap berada di level 8,75 persen. Sebagai gambaran, tingkat kupon ORI010 yang diterbitkan Oktober 2013 lalu ditetapkan sebesar 8,50 persen.

Robert menyebut, SBR001 berhasil menjangkau 9.944 investor pemesan yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia. Jumlah terbesar berasal dari DKI Jakarta yang mencapai 42,7 persen dari total pemesan. Selain itu, 47,8 persen lainnya berasal dari Jawa dan Sumatera (di luar Jakarta), lalu 9,5 persen lainnya dari wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

Sementara itu, lanjut dia, berdasar kelompok umur, jumlah pemesan terbesar ada pada kelompok usia di atas 40 tahun yang mencapai 7.357 atau 74 persen dari total pemesan, dengan volume pemesanan mencapai 85 persen dari nilai total.

"Secara keseluruhan, pemesan terbesar di kisaran Rp 5-10 juta yang mencapai 60,5 persen," katanya. (owi/sof)


JAKARTA - Antusiasme investor pada instrumen saving bond ritel Indonesia (SBR001) tidak sebesar dua saudaranya, obligasi ritel indonesia (ORI) dan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News