Pembunuhan Sekeluarga di Mabar

Sebelum Dihabisi, Naya Sempat Cerita Ingin ke Surga

Sebelum Dihabisi, Naya Sempat Cerita Ingin ke Surga
Rekan-rekan almarhumah Naya saat berada di rumah duka. Mereka berharap polisi segera menangkap pelaku pembunuhan Naya dan keluarganya, Senin (10/4). Foto: sumutpos/jpg

jpnn.com, MEDAN - Tewasnya sekeluarga secara tragis yang menimpa keluarga Iriyanto bersama istri dan dua anak serta mertuanya menggemparkan seluruh masyarakat Medan, Sumatera Utara.

Ratusan masyarakat datang ingin melihat prosesi pemakaman Irianto, 40, istrinya, Yani, 35, dan kedua anaknya, Naya, 14, dan Gilang Raksono, 10, serta mertuanya, Marni, 60.

Tampak, sejumlah siswa dan guru dari SMP Amal Bakti tempat korban Naya, 14, bersekolah turut hadir di rumah duka.

Suasana iringan isak tangis pun terpancar dari para siswa dan guru menyaksikan proses pemakaman. Ternyata, sebelum pembunuhan tragis itu terjadi sudah ada tanda buruk dari ucapan Naya kepada teman sekolahnya.

Beberapa hari sebelum peristiwa mengenaskan itu terjadi, Naya bersama teman-temannya bercerita untuk pergi ke lokasi refresing, tapi dari ucapan Naya ada yang aneh.

Anak sulung dari tiga bersaudara ini mengaku ingin pergi ke surga.

"Kemarin kami ada cerita ramai-ramai, kalau libur mau pergi liburan, tapi si Naya bilang mau pergi ke surga aja, kami tak menyangka rupanya itu tanda aneh yang diucapkannya," ungkap Nurul teman sekolah Naya dengan isak tangis seperti dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group) hari ini.

Nurul mengaku, Naya adalah teman yang baik dan tidak sombong, bahkan, Naya selama ini tidak pernah mengaku masalah keluarganya.

Tewasnya sekeluarga secara tragis yang menimpa keluarga Iriyanto bersama istri dan dua anak serta mertuanya menggemparkan seluruh masyarakat Medan,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News