Secara Perlahan Warga Australia Kembali Gunakan Transportasi Umum

Secara Perlahan Warga Australia Kembali Gunakan Transportasi Umum
Surat keterangan yang harus dibuat bila anda hendak pulang ke Indonesia sampai tanggal 31 Mei 2020. (Foto: KJRI Sydney)

Berbagai negara sudah mulai melonggarkan pembatasan aktivitas dan pergerakan warga di tengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

Salah satu masalah yang dihadapi berbagai pemerintah adalah mengattur transportasi umum karena jarak aman antar orang masih diperlukan untuk menghindari penularan virus corona.

Jutaan orang setiap harinya di Australia menggunakan transportasi umum, namun bagaimana menerapkan 'social distancing', jika penumpang berdesakan di dalam kereta atau bus?

Bila aturan empat meter per segi untuk setiap orang, maka di dalam sebuah bus misalnya hanya akan ada enam penumpang dan satu orang sopir di dalamnya.

Secara Perlahan Warga Australia Kembali Gunakan Transportasi Umum Photo: Kemacetan menjadi masalah yang ingin dihindari oleh pengelola transportasi, namun transportasi umum juga menghadapi masalah selama pandemi. (ABC News: Luke Rosen)

 

Solusinya masih digodok

Berbagai negara bagian di Australia tampaknya sangat sadar dengan tantangan yang mereka hadapi terkait transportasi umum, meski rencana mengatasinya masih digodok.

Pemerintah negara bagian New South Wales di Sydney masih menyarankan warga untuk bekerja dari rumah, jika masih memungkinkan.

"Berbagai inisiatif sedang dipertimbangkan, dan rencana rinci bagi jaringan transportasi publik akan dipaparkan minggu ini, " kata seorang juru bicara Transport for NSW.

Berbagai negara sudah mulai melonggarkan pembatasan aktivitas dan pergerakan warga di tengah pandemi COVID-19 yang belum berakhir

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News