Sejarawan Ungkap Siasat Soeharto Langgengkan Kekuasaan, Ada Istilah Kudeta Merangkak

Sejarawan Ungkap Siasat Soeharto Langgengkan Kekuasaan, Ada Istilah Kudeta Merangkak
Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Sejarawan Asvi Warman Adam mengungkapkan Soeharto membuat beragam siasat agar posisi sebagai Presiden RI langgeng selama bertahun-tahun. 

Dia berkata demikian saat menjadi narasumber dalam acara Bedah Buku: NU, PNI, dan Kekerasan Pemilu 1971 karya Ken Ward di Bakoel Koffie, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/4).

Awalnya, Asvi menjadi sejarawan yang percaya Soeharto melakukan kudeta merangkak terhadap Soekarno dari peristiwa 1 Oktober 1965 sampai didapuk menjadi pemimpin Indonesia pada 1968.

"Ini suatu rangkaian peristiwa yang kalau kita lihat suatu kudeta merangkak," kata dia dalam diskusi, Selasa.

Dia mengatakan Soeharto setelah menjabat Presiden kedua RI melakukan beragam operasi untuk melanggengkan kekuasaan.

Misalnya, kata Asvi, Soeharto memundurkan pelaksanaan pemilu yang sebelumnya ditetapkan MPR pada 1968 ke 1971.

Dia menganggap pria berjuluk Smiling General itu ingin mematangkan konsolidasi politik sehingga memundurkan pelaksanaan pemilu.

"Maka, pemilu itu diadakan '71. Jadi, cukup waktu tiga tahun itu, waktu yang intensif digunakan oleh Soeharto untuk memenangkan," kata dia.

Sejarawan Asvi Warman Adam mengungkapkan Soeharto membuat beragam siasat agar posisi sebagai Presiden RI langgeng selama bertahun-tahun.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News