Sejumlah Maskapai Alihkan Rute Penerbangan Agar Tidak Lewati Irak dan Iran

Sejumlah Maskapai Alihkan Rute Penerbangan Agar Tidak Lewati Irak dan Iran
Penyelenggara demo menuntut agar Scott Morrison diberhentikan dari jabatan sebagai Perdana Menteri. (AAP: James Ross)

Diketahui sejumlah penerbangan internasional lainnya, seperti Emirates, Etihad dan Qatar Airways yang terbang dari Australia berhenti di Timur Tengah dan melewati wilayah udara Irak dan Iran.

Banyak dari maskapai tersebut mengatakan mereka akan mengalihkan rute atau membatalkan sama sekali karena situasi yang memburuk di sana.

Sejumlah Maskapai Alihkan Rute Penerbangan Agar Tidak Lewati Irak dan Iran Photo: Dua pangkalan militer di Irak Erbil dan Al Asad yang diserang oleh puluhan rudal Iran hari Rabu (8/1/2020).

(ABC News)

 

Pilot Amerika dilarang terbang di wilayah udara Timur Tengah

Hari Rabu, Administrasi Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) mengumumkan larangan pilot dan pesawat AS untuk terbang di wilayah udara Irak, Iran dan sebagian wilayah Teluk Persia.

Larangan itu sebagai bentuk tindakan berjaga-jaga mencegah kemungkinan pesawat komersial diidentifikasi sebagai pesawat yang terlibat dalam konflik senjata.

External Link: @FAANews tweet: #FAA Statement: #NOTAMs issued outlining flight restrictions that prohibit U.S. civil aviation operators from operating in the airspace over Iraq, Iran, and the waters of the Persian Gulf and the Gulf of Oman.

 

Otoritas Penerbangan Sipil Australia (CASA) tidak memiliki aturan seperti FAA, sehingga mereka tidak mengeluarkan larangan maskapai untuk terbang di daerah tertentu.

CASA mengatakan terserah kepada masing-masing maskapai untuk memutuskan apakah akan terbang di kawasan tersebut.

Dengan situasi di Timur Tengah semakin memanas, menyusul terbunuhnya jenderal Iran dan serangan rudal Iran ke Irak, rute penerbangan intternasional yang melewati dua negara tersebut akan diubah oleh beberapa maskapai

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News