Sekolah Swasta Kurang Murid, Negeri Tambah Daya Tampung

Sekolah Swasta Kurang Murid, Negeri Tambah Daya Tampung
Guru dan siswa di kelas. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

"Kami bahkan sempat bertanya ke Kemendikbud, sekolah swasta itu sebenarnya anak kandung, anak tiri, anak asuh, atau anak haram di mata pemerintah," jelasnya.

Saur mengatakan sekolah swasta siap menjadi mitra bagi pemerintah untuk membuka akses pendidikan. Dia juga menegaskan siswa di sekolah adalah anak daerah, sehingga Pemda juga harus ikut bertanggung jawab.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji mengatakan munculnya sekolah swasta disebabkan masa lalu keuangan negara terbatas. Namun saat ini anggaran pendidikan semakin besar.

Cara paling mudah menghabiskan anggaran pendidikan adalah membuka kelas baru atau membangun sekolah negeri baru. Akibatnya sekolah swasta ribut kekurangan siswa.

Indra berharap dana pendidikan tidak lagi dikonsentrasikan untuk membuka kelas atau unit sekolah negeri baru. Sebab tidak mengatasi persoalan akses pendidikan. "Hanya memindah siswa yang ke swasta menjadi ke negeri. Sementara angka partisipasi tidak naik signifikan," kata dia.

Indra lebih mendukung jika dana pendidikan untuk membangun sekolah baru atau ruang kelas baru, digunakan untuk meningkatkan kualitas sekolah swasta. Sehingga baik sekolah negeri maupun sekolah swasta pada umumnya, memiliki kualitas yang sama-sama bagus.

Dia menegaskan memaksakan menambah sekolah negeri atau ruang kelas baru, bisa memicu persoalan jumlah guru honorer semakin bertambah.

Sementara itu Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad belum bersedia komentar soal nasib sekolah swasta yang kekurangan siswa. Jawa Pos sudah mencoba menghubunginya, tetapi belum ada jawaban. (wan)


Fenomena sekolah swasta kekurangan murid terjadi di banyak daerah tapi di sisi lain sekolah negeri menambah daya tampung.


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News