Selain DPO, Ramlan juga Pernah Merampok WN Korea

Selain DPO, Ramlan juga Pernah Merampok WN Korea
Foto wajah Ramlan Butar Butar yang tewas karena melawan saat hendak ditangkap. Foto dok JPG/JPNN.com

jpnn.com - JPNN.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Suyono mengatakan bahwa Ramlan Butar Butar alias Polkas termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian.

Dia menyebutkan, Ramlan memang merupakan pemain lama. Pria yang mengalami pincang pada kakinya itu, merupakan spesialis perampok rumah.

"Jadi 2015 merampok di rumah warga Korea. Dia bawa uang Rp 200 juta dan belum ditangkap. Dia DPO Polres Depok," terang Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Kamis (29/12).

Mengenai kaki Ramlan yang pincang, Argo membantah bahwa polisi pernah menembaknya pada masa lalu. Menurut kabar, tambah dia, Ramlan pernah operasi ginjal.

"Kami belum cek kenapa. Katanya ginjal tinggal satu," imbuhnya.

Ramlan merupakan otak dibalik penyekapan keluarga Dodi Triyono di Residence Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12) lalu.

Bersama komplotannya berjumlah empat orang dia menyekap sebelas penghuni rumah Dodi. Kejadian mengakibatkan enam orang tewas dan lima luka berat.

Ramlan sendiri ditangkap pada Rabu (28/12) kemarin. Polisi menembak Ramlan karena melawan.

JPNN.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Suyono mengatakan bahwa Ramlan Butar Butar alias Polkas termasuk dalam daftar pencarian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News