Sempoa, Teknologi Hitung Tradisional yang Masih Eksis

Kesederhanaan yang Membantu Manusia dalam Hitungan Abad

Sempoa, Teknologi Hitung Tradisional yang Masih Eksis
Anak-anak praktek menggunakan sempoa di salah satu sekolah. Foto: SDS Angkasa 9 Jakarta.
Bentuknya seperti sate telur puyuh. Ia hanya memiliki bingkai untuk menyangga. Ia bukan makanan, melainkan alat bantu hitung dengan variasi warna yang indah. Alat ini telah digunakan berabad-abad ketika peradaban dikenal manusia.

Laporan SUGENG ROHADI, Pontianak

SEMPOA
konon sudah dikenal sejak tahun 2.400 sebelum Masehi di Babilonia dan Tiongkok. Alat itu digunakan dalam aritmatika untuk pengurangan, penjumlahan, perkalian, serta pembagian. Meski sudah mulai ditinggalkan, sempoa nyatanya masih banyak digunakan untuk berhitung.

Widi Wijayati, remaja yang masih duduk di bangku kelas VIII tersebut, pada Selasa (30/3) terlihat sedang menggunakan sempoa untuk berhitung. Meskipun terlihat kalkulator juga berada di dalam kocek bajunya. Remaja yang tinggal di Sungai Jawi, Pontianak ini, mulai dari sekolah dasar memang sudah diajari menggunakan sempoa oleh ayahnya yang juga pedagang.

Bentuknya seperti sate telur puyuh. Ia hanya memiliki bingkai untuk menyangga. Ia bukan makanan, melainkan alat bantu hitung dengan variasi warna

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News