Seorang WNI Dikabarkan Tewas Ditembak Tentara Israel

Seorang WNI Dikabarkan Tewas Ditembak Tentara Israel
KEMANUSIAAN-Dzikrullah Pramudya bersama Istrinya, Santi Soekanto menjelaskan rencana keberangkatannya ke Gaza untuk menjalani misi kemanusiaan dalam sebuah acara Balipapan TV. Foto: Balikpapan TV/JPNN Grup
JAKARTA- Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, BM Wibowo mengkonfirmasikan bahwa mereka mendapatkan kabar seorang WNI bernama Dzikrullah Pramudya meninggal dunia akibat ditembak tentara Israel dalam insiden penyerangan kapal Mari Marmara oleh angkatan laut Israel, Senin (31/5) kemarin. Dzikrullah adalah seorang jurnalis sekaligus pengelola situs Sahabat Al-Aqsa, sebuah situs lembaga yang secara khusus menggali bantuan buat masyarakat Palestina.

Dzikrullah merupakan satu dari tiga relawan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah  yang ikut dalam misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina. Dua lainnya adalah istri Dzikrullah yang bernama Santi Soekanto serta  Surya Farrizal. Bersama mereka juga terdapat beberapa relawan asal Indonesia yang siap memberikan bantuan kepada warga sipil Palestina di Gaza yang menjadi korban blokade Israel.

"Kami mendapatkan informasi bahwa salah seorang dari relawan itu, bernama Dzikrullah telah meninggal dunia akibat serangan tentara Israel," kata Wibowo kepada JPNN di Jakarta, Selasa (1/6)

Diakui Wibowo, setelah penyerangan tersebut mereka kehilangan kontak dengan para relawan. Kontak terakhir terjadi pada tanggal 25 April lalu Dzikrullah sempat mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada dirinya. Dalam pesan singktat tersebut, Dzikrullah menginformasikan bahwa rombongan kapal kemanusiaan tersebut sudah dibuntuti sebuah kapal Israel. Semakin lama, posisi semakin mendekat. Hanya saja, saat itu mereka mengira kapal tersebut adalah kapal sipil Israel bersenjata.

JAKARTA- Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, BM Wibowo mengkonfirmasikan bahwa mereka mendapatkan kabar seorang WNI bernama Dzikrullah Pramudya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News