Serang Polisi dengan Parang, Terduga Teroris Ditembak Mati
jpnn.com, MAKASSAR - Tim Densus 88 Antiteror menembak mati seorang terduga teroris berinisial MT, di Jalan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.
MT terpaksa ditembak mati karena menyerang polisi dengan menggunakan dua bilah parang pada kedua tangannya saat akan diamankan.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan, di Makassar, Kamis, mengatakan tindakan tegas diambil setelah polisi dalam keadaan terdesak.
"Anggota dalam keadaan terdesak, karena MT ini memegang parang di kedua tangannya dan akan menyerang anggota hingga akhirnya diberikan tindakan tegas," ujarnya pula.
Dalam penggerebekan MT di rumahnya, di Jalan Mannuruki itu, anggota Densus 88 Antiteror Polri dibantu anggota Brimob Polda Sulsel berusaha mengamankan terduga teroris.
Namun, saat akan dibawa oleh anggota, kata dia, MT dengan kedua senjata tajam jenis parang pada kedua tangannya berusaha menyerang polisi yang kemudian dibalas oleh anggota dengan tembakan peringatan.
"Sudah diberikan tembakan peringatan, tetapi dia (MT) berusaha menyerang dan akhirnya diberikan tindakan tegas," katanya lagi.
Zulpan mengatakan, penangkapan MT berdasarkan hasil pengembangan oleh anggota terkait aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar beberapa waktu lalu.
Tim Densus 88 Antiteror menembak mati seorang terduga teroris berinisial MT, di Jalan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.
- Iman Syukri DPR: Optimalkan Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang di Kawasan Gunung Anak Krakatau
- Sahroni: Tutup Peredaran Narkoba Lewat Laut, Darat, dan Udara
- Tidak Perlu ke Jakarta Lagi, Warga Sulawesi Kini Bisa Ajukan Visa Belanda di Makassar
- Polisi Tangkap 2 Begal di Makassar, Pelaku Lain Masih Diburu
- Ribuan Personel Gabungan Siap Mengawal Aksi Demo Hari Ini
- Buka Konsulat di Makassar, Belanda Bakal Hadirkan Layanan Visa Lokal untuk Warga Sulawesi
JPNN.com




