JPNN.com

Serikat Buruh Harapkan Investasi di Sektor Pelabuhan Kondusif

Minggu, 11 Agustus 2019 – 20:15 WIB Serikat Buruh Harapkan Investasi di Sektor Pelabuhan Kondusif - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Untuk mendukung terlaksananya program pembangunan di berbagai sektor termasuk sektor kemaritiman, Pemerintah Jokowi kini tengah gencar-gencarnya membuka kran investasi. Kran investasi dibuka sebagai salah satu upaya menstimulus pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

"Dibukanya kran investasi di tengah adanya poros maritim, tentunya ada efek positif terhadap posisi serikat pekerja atau serikat buruh dan ini menjadi peluang baru di sektor kelautan. Oleh karena itu, buruh dan atau serikat pekerja/serikat buruh akan bergairah ketika ada investasi,” kata Ketua Federasi Gabungan Serikat Buruh Mandiri (FGSBM), Sukarya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (10/8/2019).

Oleh karenanya, lanjut dia, langkah pemerintah tersebut sudah semestinya didukung oleh pihak-pihak terkait termasuk badan usaha milik negara yang bergerak di sektor pelabuhan agar tercipta iklim investasi yang kondusif.

Menurut Sukarya, tidak kondusifnya di perusahaan plat merah sektor pelabuhan tentunya akan berdampak ke iklim investasi itu sendiri dan tentu saja berimbas juga ke para pekerja khususnya para pekerja sektor pelabuhan.

"Sengketa antara BUMN dengan pihak investor meskipun sifatnya perdata akan menjadi preseden buruk bagi investor. Investor akan mempertimbangkan perpanjangan kontrak kerja dan tentu saja akan berdampak bagi kepastian para pekerja misalnya masalah yang terjadi di Kawasan Berikat Nusantara," tandasnya.

Menurutnya, meskipun saat ini yang bersengketa dua entitas perusahaan (KBN vs KCN) yang berbeda belum secara langsung merugikan buruh, tetapi kelangsungan ke depan hubungan kerja buruh dengan perusahaan penyewa akan berdampak pada pengurangan hak-hak buruh karena tidak adanya kepastian, kenyamanan berinvestasi.

Yang jelas, kata dia, investasi di sektor poros maritim akan mengeksplorasi sumber daya kelautan dan itu sangat menjanjikan.

“Tentu saja memerlukan sumber daya manusia atau para pekerja yang siap," katanya.(fri/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...