Sering Naik Motor? Wajib Baca ini

Sering Naik Motor? Wajib Baca ini
Sepeda motor. Ilustrasi. Foto dok Jawapos/jpnn.com

"Gangguan pada paru-paru bisa juga terjadi karena polusi, dan kondisi ini disebut bronkitis. Pada bronkitis terjadi peradangan saluran pernapasan atas atau radang saluran paru-paru," ujarnya.

Bronkus itu sendiri merupakan pipa tabung pernapasan yang merupakan cabang dari trakea (batang tenggorok). Bagian ini bertugas membawa oksigen ke paru-paru, baik kanan maupun kiri.

Dalam hal ini, dinding bronkus memproduksi lendir sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk menangkap debu atau partikel lain yang dapat menyebabkan iritasi. Ketika terjadi bronkitis, iritasi dan peradangan membuat dinding bronkus memproduksi lebih banyak lendir. Tubuh kemudian akan berusaha mengeluarkan kelebihan lendir ini melalui mekanisme batuk.

Penyakit bronkitis terbagi menjadi dua, yakni bronkitis akut dan bronkitis kronik. Pada bronkitis akut, peradangan terjadi hanya sementara. Gejala batuk dan produksi lendir yang berlebih dapat berlangsung hingga tiga minggu.

Penyakit ini lebih sering menyerang anak, terjadi di musim dingin dan sering berkembang setelah selesma biasa, sakit tenggorokan, atau flu.

Kondisi yang terjadi akan berbeda pada bronkitis kronik. Batuk yang muncul lebih produktif (banyak lendir) dan dapat berlangsung selama tiga bulan dalam setahun, serta setidaknya terjadi dalam dua tahun berturut-turut. Bronkitis kronik sering menyerang mereka yang berusia di atas 40 tahun dan terkadang berhubungan dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

2. Asma

Salah satu risiko penyakit yang bisa terjadi pada paru-paru pengendara motor adalah asma yang muncul karena udara dingin atau debu.

Bagi Anda yang sering bepergian menggunakan motor, berhati-hatilah terhadap risiko penyakit yang berkaitan dengan paru-paru.

Sumber klikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News