Setelah Indonesia, General Motors Putuskan Menyerah di Thailand

Setelah Indonesia, General Motors Putuskan Menyerah di Thailand
Ilustrasi General Motors (GM). Foto: Reuters

jpnn.com - General Motors (GM) di Thailand terpaksa menjual pabriknya ke Great Wall Motor Co Ltd - China, seiring restrukturisasi seluruh operasional GM di luar Amerika Serikat dan Tiongkok.

Keputusan tersebut menandakan bahwa GM melalui brand Chevrolet hengkang dari Thailand, dan menghentikan seluruh aktivitasnya, lansir Reuters.

Bersamaan pengaturan ulang operasi globalnya, GM juga mengambil langkah mundur dari Australia dan mengurangi aktivitasnya di Selandia Baru.

Artinya, pasar-pasar yang sudah tidak menguntungkan secara cepat ditinggalkan, terutama pasar Asia Tenggara dan GM hanya akan fokus pada pasar Amerika Serikat, Tiongkok, Amerika Latin dan Korea Selatan.

“GM mengakui dampak keputusan ini terhadap karyawan dan mitra kami. Keputusan hengkang dari Thailand merupakan strategi global. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kontribusinya bagi GM dan industri otomotif Thailand. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Thailand atas dukungannya selama ini," ungkap GM Strategic Markets, Alliances and Distributors President, Andy Dustan.

Andy mengakui, sudah melakukan berbagai cara dan tetap tidak berhasil. Chevrolet tetap tidak bisa bersaing dengan merek-merek lain di Thailand.

Dengan rendahnya permintaan kendaraan ke pabrik mereka di Rayong baik untuk produksi domestik maupun ekspor, membebani kinerja bisnis secara keseluruhan.

Pada akhirnya pabrik terus-menerus mengalami kerugian yang berdampak pada bisnis secara signifikan.

General Motors (GM) di Thailand terpaksa menjual pabriknya ke Great Wall Motor Co Ltd - China, seiring restrukturisasi seluruh operasional GM di luar Amerika Serikat dan Tiongkok.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News