Setelah Malaysia, Kini Singapura Pikir Ulang soal Balapan F1

Setelah Malaysia, Kini Singapura Pikir Ulang soal Balapan F1
Ilustrasi. Foto: AFP

Kabar tentang Singapura tentu sedikit mengejutkan. Razlan pernah menyatakan bahwa dibandingkan dengan Malaysia jumlah penonton F1 di Singapura jauh lebih besar. Itu lantaran GP Singapura memiliki keistimewaan yang tak dimiliki tuan rumah lainnya. Yakni satu-satunya balapan di sirkuit jalanan yang berlangsung pada malam hari. 

Menteri pemuda dan olahraga Malaysia Khairy Jamaluddin mendukung rencana Razlan tersebut. Menurutnya MotoGP lebih menjanjikan. ''(F1) Cost-nya terlalu tinggi pendapatan dari sana sangat terbatas,'' katanya. 

Ketika kali pertama menjadi tuan rumah F1, lanjutnya, nilai jual Malaysia sangat tinggi: Venue pertama di luar Jepang. ''Sekarang ini banyak sekali venue bukan hal yang istimewa,'' lanjutnya.

Sedangkan dengan MotoGP, fee yang harus dibayar lebih murah sedangkan tiket selalu habis. ''Kami (Malaysia) juga punya rider yang berlaga di Moto2 dan Moto3,'' terangnya.

Dalam wawancara dengan Ecclestone tersebut terungkap pula situasi yang lebih menyedihkan. Dia memprediksi tim-tim besar seperti Mercedes dan Ferrari bisa jadi akan mundur dari F1 dalam beberapa tahun ke depan. 

Alasannya karena F1 sudah memberikan apa yang mereka inginkan sebagai sebuah pabrikan. ''Lihat, sama juga seperti Honda, BMW, dan Toyota. Mereka pergi dari F1 ketika mereka sudah menganggap mendapatkan apa yang mereka tuju di F1. Tak ada lagi tantangan,'' ungkapnya. 

''Tapi jika dalam beberapa musim ke depan kita bisa bikin balapan menjadi menarik kondisinya bisa berubah,'' terusnya. 

Selain dominasi Mercedes, penonton mengeluhkan suara mobil yang tak lagi sangar. Bahkan dibandingkan dengan motor kelas Moto2 MotoGP suara mobil F1 kalah sangar. Faktor lain adalah penonton F1 yang rata-rata sudah tua. Tidak terjadi regenerasi secara signifikan.

SINGAPURA - Kurang serunya persaingan perebutan gelar juara dunia, suara mobil yang tidak berisik, hingga menurunnya jumlah penonton di trek maupun

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News