Shireen

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Shireen
Keluarga dan rekan membawa jenazah jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh, yang tewas dalam serangan Israel di Jenin di wilayah pendudukan Tepi Barat, saat pemakamanannya di Yerusalem, Jumat (13/5/2022). (ANTARA/Reuters/Ammar Awad/rwa)

Dia sudah mengenakan rompi bertuliskan ‘’Press’’ dengan warna mencolok di bagian dada yang sekaligus menjadi pelindung dirinya. 

Dia diincar oleh seorang sniper yang menembak tepat di bagian punggung yang tidak terlindungi.

Video beredar di seluruh dunia menggambarkan tubuh Shireen terkapar di jalan berlumuran darah.

Suara rentetan tembakan tidak berhenti selama beberapa saat sehingga evakuasi tidak bisa dilakukan. Ketika kemudian tubuh Shireen dievakuasi nyawanya tidak terselamatkan.

Dunia mengecam keras kebrutalan Israel. Tagar ‘’Rest in Power’’ menjadi trending topic internasional di Twitter.

Dalam tagar itu, banyak netizen Indonesia yang juga ikut berduka. Netizen dunia mengatakan bahwa penembakan terhadap Shireen Abu Akleh oleh tentara Israel adalah sebuah perbuatan biadab.

Israel mungkir dan mengatakan Shireen ditembak oleh orang-orang Palestina, tetapi saksi mata membantah klaim itu.

Seorang wartawan kolega Shireen yang ada di lokasi mengatakan tidak ada pejuang Palestina di lokasi itu. 

Keberanian Shireen melakukan liputan live terhadap serangan Israel membuat mata dunia terbuka akan kekejaman tentara Israel terhadap warga sipil Palestina.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News