Siap-Siap, Tahun Depan Impor Garam, Gula, hingga Beras Disetop
jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah pasang kuda-kuda untuk menyetop impor berbagai kebutuhan pokok masyarakat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyatakan tahun depan Indonesia tidak lagi melakukan impor untuk komoditas garam konsumsi, gula konsumsi, beras dan jagung untuk pakan ternak.
Hal itu disampaikan pria yang karib disapa Zulhas seusai Rapat Koordinasi Terbatas Penetapan Neraca Komoditas Pangan 2025 di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (10/12).
"Jadi, tidak impor jagung untuk pakan, tidak impor garam untuk konsumsi, tidak impor gula untuk konsumsi, tidak impor beras untuk konsumsi 2025," ujar Zulhas.
Pemerintah pun memasang target memenuhi konsumsi nasional dengan produksi gula sebesar 2,6 juta ton.
Produksi gula konsumsi ini juga akan digenjot dengan melakukan pengembangan bibit baru, manajemen perkebunan hingga menjalin kerja sama dengan pelaku UKM.
Kemudian, kata Zulhas, pemerintah menargetkan produksi bisa mencapai 2,25 juta ton, guna mencukupi kebutuhan dalam negeri yang sebesar 1,76 juta ton pada 2025.
Pada produksi jagung untuk pakan ternak, ditargetkan mampu mencapai 16,68 juta ton, sedangkan, kebutuhan jagung dalam negeri sekitar dari 13 juta ton.
Pemerintah pasang kuda-kuda untuk menyetop impor berbagai kebutuhan pokok masyarakat.
- Poltak Silitonga Sebut Kisruh 15 Kontainer PT PMM Diotaki Oknum Aparat
- Pemerintah Diminta Berhati-hati dalam Menjalankan DSI
- Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Makin Pedas, Beras Aman?
- Gelar CVC, Bea Cukai Dengar Langsung Kebutuhan Pelaku Usaha di Semarang dan Bekasi
- Jaga Kualitas Banpang, BULOG Pastikan Ganti Beras Bantuan di Bangkalan Sebelum Disalurkan
- Jaga Stabilitas Harga, BULOG Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan
JPNN.com




