Siapa Membunuh Putri (1)

Oleh: Dahlan Iskan & Hasan Aspahani

Siapa Membunuh Putri (1)
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Bang Jon mengecek buku pemeriksaan. Ia suruh saya catat nama, dan identitas pelaku di buku itu. Jon minta dibukakan pintu sel. Ia masuk dan kudengar dia bilang,"o kamu ya?" kemudian suara orang mengaduh. Bang Jon menjotos si pelaku, sampai terampun-ampun.

Saya terkejut dan memandang si petugas dengan pandangan penuh tanya.

Ia nyengir saja. Katanya, "Yah, tahulah Bang Jon itu Kapolres bayangan di kota ini…"

Bang Jon keluar dari sel sambil meringis dan mengusap-usap tangannya.
”Kekencengan, Rek…” katanya.

”Sudah kamu catat semua, Dur?” tanyanya padaku. Saya mengiyakan. “Nanti kamu tulis beritanya ya, pakai kode kita berdua. Bagian yang aku mukuli maling itu jangan kamu tulis…” katanya.

Di buku laporan itu saya sempat baca banyak catatan laporan kejadian lain yang membuat saya sebagai wartawan sangat menarik. Ada pencurian di kompleks polisi, ada cewek karaoke yang lapor disiksa sama oknum polisi, ada perempuan yang laporkan penipuan oleh orang Singapura. Saya mencatat semuanya.

Saya bertanya pada Bang Jon, “kalau berita-berita yang lain itu mau saya tulis, kita konfirmasi dulu ke siapa ya, Bang?”.

Bang Jon malah melarang saya menulis berita itu. Dia bilang tulis yang maling motor di karaoke Abigail itu saja.

Lihatlah tulisannya yang saya turunkan di Disway edisi sekarang ini. Sebagai wartawan, Hasan menemukan fakta: ada polisi membunuh istrinya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News