Siapkah Australia Menerapkan Sistem Kerja Empat Hari Seminggu?

Siapkah Australia Menerapkan Sistem Kerja Empat Hari Seminggu?
Semakin banyak perusahaan yang kini mendukung konsep empat hari kerja dalam seminggu. (Pexels: Anna Shvets)

Haruskah sekolah terus beroperasi lima hari seminggu? Bagaimana bila pekerja terus bekerja dari rumah?Apakah akan ada lebih banyak tekanan daripada yang sudah ada untuk menangani tuntutan terkait pekerjaan pada hari libur?

Masalah-masalah ini, dan lainnya, memang memperumit peralihan ke sistem empat hari kerja seminggu. Tapi semuanya tidak dapat diatasi.

Pertanyaan sebenarnya, 70 tahun sejak adanya libur akhir pekan, adalah apakah kita siap mengorbankan sebagian dari peningkatan produktivitas untuk kehidupan dengan waktu luang untuk keluarga, teman, dan hiburan.

Atau apakah kita ingin terus bekerja sehingga dapat mengkonsumsi lebih banyak dan tinggal di rumah yang lebih besar dengan barang-barang yang kita beli untuk membuat diri kita merasa lebih baik?

Banyak bukti menunjukkan bahwa pengalaman memberikan kita lebih banyak kebahagiaan daripada barang materi.

Tapi pengalaman membutuhkan waktu dan juga uang. Bekerja empat hari dalam seminggu akan menjadi salah satu cara untuk mendapatkan waktu tersebut.

John Quiggin adalah profesor pada School of Economics, University of Queensland. Artikel ini diterbitkan pertama kali di The Conversation.


Pandemi COVID-19 telah membuat banyak orang mempertimbangkan kembali hubungan mereka dengan pekerjaan serta prioritas dalam berbelanja


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News