Siaran Omni
Oleh: Dahlan Iskan
Selasa, 05 Juli 2022 – 07:08 WIB
.jpeg)
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com
jpnn.com - SAYA ingat Johnny Gerard Plate.
Hari itu saya ingin nonton Piala Presiden. Siaran langsung TV lokal diacak. Di apartemen saya.
"Bisa nonton di kantor?" tanya saya.
Baca Juga:
"Bisa. Jam 20.30, kan?" jawab teman kantor.
Ia tahu: sebenarnya tidak bisa.
TV di kantor itu TV lama: masih analog, sedangkan siaran TV sekarang digital.
Baca Juga:
Rupanya ia lari dulu ke toko elektronik. Ia beli STB. Entah mengapa alat itu disebut set top box.
Itulah protokol elektronik. Agar TV analog bisa menangkap siaran digital. Harganya Rp 250.000.
Saya sendiri kaget melihat tajamnya gambar siaran TV digital malam itu. Senang sekali. Padahal seharusnya saya bersedih: Persebaya kalah.
BERITA TERKAIT
- Stereo Alor
- Jadi Ujung Tombak Layanan Kesehatan, Nakes Diminta Melek Teknologi
- Ekowi: Pengesahan RUU ASN Jadi Kado Terindah Presiden & DPR RI untuk Honorer
- Setara Mati
- 5 Berita Terpopuler: Tak Banyak Pelamar PPPK 2023, Konon Masih Terkendala e-Materai, Ini yang Terjadi
- Moeldoko Tokoh Pemersatu Perdamaian Masyarakat Indonesia Timur