Sikap Kritis Akademisi terhadap Rezim Jokowi Diyakini Bakal Tambah Suara Anies-Muhaimin

Sikap Kritis Akademisi terhadap Rezim Jokowi Diyakini Bakal Tambah Suara Anies-Muhaimin
Capres bernomor urut 1 Anies Baswedan saat kampanye terbuka. Foto: Timnas AMIN

jpnn.com - Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) optimistis gelombang ekspresi kritis akademisi dari berbagai kampus atas perilaku rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir-akhir ini bakal menambah suara paslon 01.

Executive Co-Captain Timnas AMIN Sudirman Said menjelaskan bahwa saat ini sedang terjadi gelombang ekspresi kritis dari kampus terhadap penguasa yang kemungkinan sudah tersimpan bertahun-tahun.

Dia menilai kondisi penyelenggaraan negara yang akhir-akhir ini memburuk telah menjadi pemicu dalam memunculkan ekspresi kritis dari kampus.

Politik rasa takut (the politic of fear), menurutnya tidak lama lagi bakal runtuh dan berganti dengan keberanian dari berbagai pihak, khususnya kaum intelektual.

"Saat ini ada dua pendulum [bandul], jika muncul banyak ketidakpuasan dan sikap kritis terhadap bandul 02, maka otomatis mereka akan masuk ke bandul 01. Kalau tidak mau status quo, maka akan pindah ke perubahan (AMIN)," ucap Sudirman dalam acara Deklarasi Dukungan Keluarga Besar Alumni ITS Pro Perubahan, Sabtu (3/2).

Sudirman menggambarkan situasi yang terjadi akhir-akhir ini, yaitu sikap kritis dari berbagai kampus, seperti UGM, UII, UGM, dan civitas academica dari universitas lainnya.

"Kami bersyukur (ekspresi dan sikap kritis) yang mulai duluan UGM, karena Pak Jokowi dan 2 capres dari sana (UGM), maka akan diikuti kampus-kampus lain," ucapnya.

Mantan Menteri ESDM itu menilai sikap kritis kampus tersebut sejalan dengan pidato Bung Hatta pada 11 Juni 1957 di Salemba, Jakarta.

Executive Co-Captain Timnas AMIN Sudirman Said menilai sikap kritis akademisi sejumlah kampus bakal menambah signifikan suara Anies-Muhaimin (AMIN).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News