Silakan Berpikir 2 Kali Sebelum Merokok

Silakan Berpikir 2 Kali Sebelum Merokok
Dari kiri ke kanan : Cheryl Marella selaku moderator acara, dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, M.M., selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; Dr. dr Agus Dwi Susanto, Sp.P(K)., selaku Ketua Divisi Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan, RSUP Persahabatan serta Dwi Martiningsih Kepala Grup Litbang, BPJS, sedang berbincang dalam talk show pada acara Konferensi Pers “Penyakit yang Diakibatkan Rokok” pada hari Jumat, 27 Januari 2017 di Jakarta. Foto: Cognito

jpnn.com - jpnn.com - Pakar global kesehatan masyarakat Vital Strategies mengucapkan selamat kepada pemerintah Indonesia atas peluncuran kampanye baru yang secara visual menyoroti sejumlah penyakit berbahaya karena tembakau.

Di antaranya adalah stroke, kanker tenggorokan, kanker paru, dan penyakit buerger.

Kampanye yang bertajuk Penyakit yang Diakibatkan Rokok ini diluncurkan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Anung Sugihantono di Jakarta, Jumat (27/1).

Acara ini juga dihadiri Ketua Divisi Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan RSUP Persahabatan Agus Dwi Susanto, Cecep Sopandi (penderita penyakit buerger), dan Relis Gultom (istri almarhum Ranap Simatupang, penderita kanker paru).

Kisah singkat Cecep dan Ranap ditampilkan dalam iklan berdurasi 30 detik ini.

Vital Strategies bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam perencanaan dan pelaksanaan kampanye yang akan ditayangkan selama empat minggu di enam televisi nasional.

Kampanye ini juga dipromosikan dan disebarluaskan melalui media sosial dengan menggunakan tagar #SuaraTanpaRokok di kanal YouTube, Twitter, Facebook, Instagram dan www.suaratanparokok.co.id.

Laman www.suaratanparokok.co.id adalah situs yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membagikan kisah mengenai bahaya-bahaya yang diakibatkan rokok.

Pakar global kesehatan masyarakat Vital Strategies mengucapkan selamat kepada pemerintah Indonesia atas peluncuran kampanye baru yang secara visual

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News