Siswa di Sulsel Diajak Pahami Tantangan Era Digital

Siswa di Sulsel Diajak Pahami Tantangan Era Digital
Sebanyak 16.563 pelajar SD, SMP, dan SMA di Provinsi Sulawesi Selatan diajak untuk memahami tantangan era digital. Foto: GNLD Siberkreasi

jpnn.com, MAKASSAR - Sebanyak 16.563 pelajar SD, SMP, dan SMA di Provinsi Sulawesi Selatan diajak untuk memahami tantangan era digital. Edukasi digital itu disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Rabu (24/5).

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Harpansa mengatakan sebagai orang Indonesia wajib untuk memiliki kompetensi budaya dalam bermedia digital, yakni kemampuan di dalam membaca, menganalisis, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan serta nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu, dia mengungkapkan pelajar perlu mendokumentasikan kekayaan budaya merupakan salah satu langkah digitalisasi budaya yang dapat memunculkan peluang untuk mewujudkan kreativitas.

“Dunia digital adalah dunia kita sekarang. Kita tidak bisa menghindarinya, kita harus memasukinya. Mari kita isi dan jadikan sebagai ruang yang berbudaya, tempat kita belajar dan berinteraksi, tempat anak-anak kita tumbuh dan berkembang, serta tempat kita sebagai bangsa yang bermartabat,” ungkapnya.

Creative Entrepreneur Ibnu Novel Hafidz mengatakan terdapat tantangan besar di dalam era digital, seperti tekanan akademis, sosial, dan emosional.

Karena itu, dia meminta pelajar untuk tetap menjaga kesehatan mental dan tak berlebihan dalam memanfaatkan dunia digital seperti media sosial.

Yang tak kalah penting menurutnya adalah mengasah kemampuan kritis yang mampu membedakan mana informasi yang benar dan yang salah, berkomunikasi dengan santun serta tidak memfitnah ataupun memposting berita palsu di media sosial.

“Dengan memahami karakteristik dan prinsip-prinsip media sosial, kita dapat menjalankan kegiatan digital dengan etika yang baik, menghadapi perubahan dan tantangan dengan adaptasi yang baik, serta tetap menjaga kesopanan dan etika,” jelasnya.

Terdapat tantangan besar di dalam era digital, seperti tekanan akademis, sosial, dan emosional.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News