Siswa MAN Kabur dari Rumah, Tinggalkan Surat Ingin Jihad, Bawa Bahan Peledak? Oh, Tidak!

Siswa MAN Kabur dari Rumah, Tinggalkan Surat Ingin Jihad, Bawa Bahan Peledak? Oh, Tidak!
Ayu Anggraini ibu kandung Muhammad Al Aziz Mustafa saat menunjukan foto putranya Rabu kemarin (21/6). Foto: M.Haeruddin/Radar Lombok/JPNN.com

Dari hasil interogasi sementara yang dilakukan petugas, Aziz selama ini hanya menerima informasi dari video yang ditonton di internet. Sehingga dipastikan tidak ada pihak lain yang mempengaruhi Aziz. ‘

“Tidak ada, jadi dia ini hanya buka-buka internet saja. Tidak ada dari pengaruh luar. Pengakuan dia katanya dari perasaan dan belajar dari internet tentang salah satunya membuat bom asap. Katanya untuk melerai orang yang berantem. Anak-anak yang berantem kata dia akan diberikan bom asap. Jadi dia ini hanya orang hilang saja. Belum termasuk melakukan tindak pidana,” tandasnya.

Sementara itu ibu kandung Azis, Ayu Anggraini menyampaikan bahwa anaknya tersebut diketahui pergi ke Islamic Center untuk mendengarkan dakwah, karena selama bulan Ramadan banyak dakwah di tempat tersebut dan anaknya sangat senang.

“Namun setelah jam 12.00 malam saya gelisah karena anak ini tidak pulang- pulang dan besoknya saya cek kamarnya ternyata tasnya sudah tidak ada beserta beberapa pakaianya,” ujarnya.

Ia kemudian menelepon suaminya dan ternyata setelah ditelepon diketahui bahwa suaminya sudah menerima surat wasiat dari anaknya. Surat tersebut dititip di musala di perumahan tempat tinggalnya.

“Setelah saya telpon bapaknya ternyata bapaknya juga sudah menerima surat dan itupun diterima bukan secara langsung tapi ditaruh di musala,” ujarnya.

Disampaikan juga anaknya merupakan sosok yang pendiam dan tidak ada masalah keluarga. Namun ia tidak menyangka bahwa anaknya bisa kabur dari rumah. Ia tambah syok ketika mendapat informasi bahwa anaknya pergi untuk berjihad.

“Karena saya gelisah dengan anak saya sehingga saya langsung melaporkan ke aparat kepolisian Polsek Sengigi,” ujarnya.

Muhammad Al Aziz Mustafa, 18, siswa kelas XII MAN I Mataram NTB, yang kabur dari rumah dan meninggalkan surat wasiat untuk berjihad, akhirnya ditemukan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News