Minggu, 19 Agustus 2018 – 01:10 WIB

Siswa SMK Negeri 2 Surabaya Menjalani Pelatihan Karakter

Selasa, 31 Juli 2018 – 02:15 WIB
Siswa SMK Negeri 2 Surabaya Menjalani Pelatihan Karakter - JPNN.COM

jpnn.com, SURABAYA - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Surabaya mempercayakan pelatihan dan pendidikan karakter 833 siswa-siswi baru tahun ajaran 2018 kepada Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V (Lantamal V).

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlatamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edwin membuka langsung Pelatihan Pendidikan Karakter Tahun 2018 bagi siswa-siswi SMK Negeri 2 Surabaya yang digelar di lapangan upacara Balai Prajurit Ahmad Ichsan, Kompleks TNI AL Tonny Soekaton Lantamal V, Jalan Kalianak Timur Pesapen Surabaya, Senin (30/7).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Komandan Lantamal V Kolonel Marinir CTO Sinaga, Para Asisten Danlantamal V, Para Kasatker Lantamal V, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Surabaya, Kepala Sekolah SMKN 2 Surabaya, Camat Krembangan, Wakapolsek Krembangan serta para guru SMKN 2 Surabaya lainnya.

Komandan Lantamal V dalam amanatnya mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan puji syukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan.

Menurut Danlantamal V, pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. UU Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 antara lain menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

Hal ini dimaksudkan agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas saja, tetapi juga berkepribadian atau berkarakter (intelligence plus character).

“Ada 18 nilai pendidikan karaker bangsa yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab,” terangnya.

Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan lanjutnya, seorang anak diharapkan tidak hanya memiliki kecerdasan IQ (intelligence quotient), tetapi juga kecerdasan emosional (emotional quotient). kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan agar lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar