Situs Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai Ditemukan

Situs Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai Ditemukan
Situs Peninggalan Kerajaan Samudera Pasai Ditemukan
LHOKSEUMAWE- Situs sejarah Aceh ditemukan di Desa Kuta Kreung, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Senin (16/2), sekira pukul 18.00 WIB oleh tim peneliti dari Yayasan Waqaf Nurul Islam Lhokseumawe. Situs bangunan peninggalan Samudera Pasai ini tertimbun tanah berbentuk bukit kecil dengan berkontruksi batu bata berukuran besar yang tersusun seluas 1.700 m2.

Penemuan benda bersejarah Aceh ini langsung dilihat oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Syarifuddin SE, kemarin. Lokasi situs ini sendiri hanya terpaut beberapa meter dari komplek Makam Tengku Sidi Abdullah, yang juga dari kerajaan Samudra Pasai. Makam ini sendiri selama ini dijaga ketat oleh Muhammad alias Yah Wa (73), warga Kuta Glumpang Kecamatan Samudra. Yah Wa ini tidak memperbolehkan siapapun menjamah bangunan tersebut kecuali tim peneliti dari Yayasan Waqaf Nurul Islam.     

 

"Usia bangunan peninggalan Samudra Pasai ini lebih kurang 615 tahun atau setara dengan usia Makam Sidi Abdullah. Letak geografisnya menggambarkan tata ruang kota, karena kalau kita tarik garis, bangunan ini sejajar dengan Makam Malikussaleh-Makam Sidi Abdullah-Makam Ratu Nahrisyah," kata Tgk Taqiyuddin Muhammad, peneliti sejarah Kerajaan Samudra Pasai di sela-sela kunjungan Wakil Bupati Syarifuddin ke lokasi tersebut.

Menurutnya, bangunan tersebut bisa menjadi situs baru sejarah Kerajaan Samudra Pasai. Dan diharapkan pemerintah daerah dapat mempugar bangunan tersebut. "Selama ini, siswa maupun pelajar yang berkunjung ke kawasan Samudra Pasai sering menanyakan mengapa di sini yang ada hanya makam semua, tidak ada peninggalan seperti konstruksi bangunan," kata Taqiyuddin.

LHOKSEUMAWE- Situs sejarah Aceh ditemukan di Desa Kuta Kreung, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Senin (16/2), sekira pukul 18.00 WIB oleh tim peneliti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News