Soal Kemunculan Ular di Jakarta, KLHK: Jangan Anggap sebagai Teror

Soal Kemunculan Ular di Jakarta, KLHK: Jangan Anggap sebagai Teror
Belasan ular kobra ditemukan di kloset rumah warga di Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (15/12). Foto: ANTARA/HO- Suku Dinas PKP Jakarta Barat

jpnn.com, JAKARTA - Belakangan ini warga Jakarta dihebohkan dengan fenomena kemunculan beberapa ular di sekitar permukiman. Atas hal itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai KSDA DKI Jakarta, Direktorat KKH, dan Ditjen KSDAE mengadakan kegiatan koordinasi dan diskusi penanganan ular tersebut.

Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Kehutanan Provinsi, Kepala Seksi Wilayah II BKSDA DKI Jakarta sekaligus Penanggung Jawab Unit Tempat Penitipan Sementara (TPS) Satwa, Satgas Polhut BKSDA DKI Jakarta, Komunitas Pecinta Reptil Jakarta, Komunitas Taman Belajar Ular, Dekat bareng Ular, Observer Reptil Tangerang, dan komunitas ASPERA.

“Kemunculan ular terjadi karena siklus tahunan, kebetulan tahun ini cukup banyak disebabkan faktor cuaca yang berkepanjangan sehingga tingkat keberhasilan penetasan telur kobra mulai Desember hingga Februari nanti cukup tinggi,” kata Kepala Balai KSDA DKI Jakarta Ahmad Munawir, Minggu (22/12)

Menyikapi hal itu, dia meminta semua pihak agar tak menganggap ini sebagai sebuah teror, namun diperlukan edukasi dan pemahaman dalam hal penanganan ular khususnya kobra.

“KLHK melalui BKSDA memiliki perhatian terhadap satwa lindung, termasuk juga ular yang saat ini menjadi pemberitaan yang marak. Upaya sosialisasi tentang handling ular terus diupayakan baik secara langsung maupun melalui media-media sosial,” tambah dia.

Ahmad pun tak memungkiri jika pihaknya juga banyak mendapat laporan terkait kemunculan ular yang marak. "Polhut kami siap mengevakuasi (rescue) khususnya jika ular termasuk yang dilindungi. Kami juga menjalin kerja sama dengan komunitas pecinta ular untuk membantu evakuasi ular tersebut jika diperlukan,” sambung dia.

Sementara itu Direktorat KKH melaui Kasbudit Sumber Daya Genetik Muhammad Haryono menyampaikan perlunya kerja sama dan sinergi yang erat antara BKSDA DKI Jakarta dan instansi terkait. Selain itu Haryono menyampaikan sifat ekologis dari satwa.

BACA JUGA: Pelaku Pembunuhan Mahasiswi Unib Dimakamkan di Empat Lawang

KLHK melalui BKSDA memiliki perhatian terhadap satwa lindung, termasuk juga ular yang saat ini menjadi pemberitaan yang marak.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News