Soal Kudatuli, Eks Aktivis PRD: Sejak Awal Orba Mau Mengkambinghitamkan Kami

Soal Kudatuli, Eks Aktivis PRD: Sejak Awal Orba Mau Mengkambinghitamkan Kami
Diskusi virtual bertema "Huru-Hara di Penghujung ORBA: Refleksi Peristiwa 27 Juli 1996" yang digelar Forum Jas Merah di Jakarta, Senin (27/7). Foto: screen capture

Alhasil, Petrus dan aktivis di PRD diburu. Bahkan, pemerintah juga mengorganisir organisasi sosial politik.

Dia mengingat bahwa pada 11 Agustus 1996, dirinya ditangkap bersama Budiman ketika berada di kediaman kakak Romo Sandyawan. Bersama Budiman, dirinya menolak tawaran penyelamatan dari berbagai individu untuk melarikan diri ke luar negeri.

"Kami tertangkap 11 Agustus. Aku, Budiman, dibawa ke sebuah tempat. Saya ditodong pistol di perut, dibawa ke sebuah tempat dan saya ingat karena mata saya tak ditutup, saya bisa melihat setelah perempatan Mal Pejaten Village, belok kanan, ada jalan menuju perbukitan. Di situ ada tulisan Wisma Sudirman. Di situ tempat rahasia, di mana tempat penyiksaan, interogasi, ada penjara, selnya, lapangannya," ungkap dia.

Di tempat itu, dia mengaku disiksa dan ditahan. Pada 29 jam pertama, dirinya tak boleh istirahat dan diinterogasi terus menerus. Setelah tujuh hari disekap, Petrus mengaku akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Agung dan ditahan di sana selama tiga bulan, sebelum akhirnya dipindah ke Cipinang dan diadili. (mg10/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

Sejak awal rezim Orde Baru (Orba) Soeharto berusaha mengkambinghitamkan warga sipil yang tergabung di PRD atas peristiwa Kudatuli


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News