Soal Rendahnya Penyerapan APBD, Ahok Sebut Nama Jokowi

Soal Rendahnya Penyerapan APBD, Ahok Sebut Nama Jokowi
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - KEBON SIRIH - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengakui, penyerapan anggaran paling rendah ‎terjadi pada tahun 2014. Ini disebabkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus pokok pikiran (pokir) yang dititipkan pihak DPRD DKI ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Ahok mengungkapkan, penghapusan pokir dilakukan atas arahan Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menjabat sebagai gubernur DKI. Pada saat itu, Jokowi lebih mengutamakan kejujuran.

"Kami copot semua SKPD yang terindikasi terima pokir DPRD. Makanya dalam sejarah DKI yang paling banyak terjadi penyerapan anggaran paling rendah itu 2014, karena kami copot pokir-pokir," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Senin (6/4).

Meski demikian, mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, rendahnya penyerapan anggaran pada tahun 2014 bukan berarti Jokowi dan dirinya tidak bekerja. "Kami enggak mau dianggap kerja tapi dicolongin oknum-oknum," ujar Ahok.

‎Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik mengatakan, penyerapan anggaran paling rendah terdapat di APBD DKI Tahun 2014. Hal ini menjadi salah satu sorotan dalam laporan keterangan pertanggungjawaban terkait penggunaan anggaran APBD DKI Tahun 2014 yang akan disampaikan Ahok dalam rapat paripurna DPRD, Senin (6/4).

"‎Menurut saya nanti yang paling menonjol untuk disoroti soal penyerapan. Paling kecil sepanjang sejarah DKI di bawah 40 persen dari Rp 72,9 triliun, itu APBD 2014," ujar Taufik. (gil/jpnn)


KEBON SIRIH - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengakui, penyerapan anggaran paling rendah ‎terjadi pada tahun 2014. Ini


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News