Soroti Penggabungan BUMN Ultra Mikro, Hergun: Nasabah Kecil Bisa Rugi
Hergun menyebutkan, jika dipaksakan pelayanan model perbankan untuk Pegadaian dan PNM, maka secara berlahan para nasabah yang masih unbankable tersebut bisa berpindah ke Pegadaian swasta.
Bila masyarakat berbondong-bondong pindah ke Pegadaian swasta atau mencari pendanaan melalui Fintech, maka itu bisa merugikan masyarakat itu sendiri karena berpotensi terjerat bunga yang lebih tinggi.
Wakil ketua Fraksi Gerindra DPR ini juga menilai pemerintah tampaknya belum memahami karakter nasabah Pegadaian dan PNM. Sebab, bunga lebih murah dari BRI belum menjamin ketertarikan nasabah.
"Buktinya, saat ini Pegadaian swasta, dan Fintech banyak diserbu nasabah meskipun memasang bunga yang tinggi," sebut ketua DPP Partai Gerindra ini.
Karena itu, kata Hergun, penggabungan ini mestinya dilakukan melalui kajian yang mendalam. Iming-iming dana murah dari BRI tidak cukup dijadikan dasar melakukan penggabungan.(fat/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Anggota Komisi XI DPR Heri Gunawan menyoroti rencana holdingisasi BUMN ultra mikro di bawah BRI.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- UMKM Binaan BRI ‘Kain Indonesia by Shifara’, Hidupkan Nafas Wastra Nusantara Lewat Koleksi Office Wear
- DPR Bicara Keras soal Child Grooming, Soroti Sistem Kementerian Perempuan & Anak
- Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 16 Januari: UBS Turun, Galeri24 Stabil
- Pensiun Nyaman dengan Persiapan Matang Bersama One Stop Pension Solution DPLK BRI di BRImo
- Mantap! Pemegang Saham BBRI Terima Dividen Interim Rp 20,6 Triliun
- Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 15 Januari, UBS & Galeri24 Naik Lagi
JPNN.com




