Sosok Wimar Witoelar di Mata AHY

Sosok Wimar Witoelar di Mata AHY
Wimar Witoelar (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)

jpnn.com, JAKARTA - Wimar Witoelar wafat pada usia 75 tahun. Juru bicara Presiden Keempat Indonesia Abdurrahman Wahid itu didiagnosis mengalami sepsis, kondisi medis yang disebabkan oleh peradangan karena infeksi di dalam tubuh.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenang mendiang Wimar Witoelar sebagai sosok yang gigih memperjuangkan demokrasi dan kebebasan berpikir di tanah air.

“Beliau adalah salah satu tokoh masyarakat sipil yang gigih memperjuangkan demokrasi, kebebasan berpikir, dan berekspresi sejak jadi wartawan, talkshow host (pemandu acara TV, red) hingga jubir Presiden Gus Dur,” kata AHY lewat unggahannya @AgusYudhoyono di Twitter sebagaimana dipantau di Jakarta, Rabu (19/5).

AHY mengatakan jasa-jasa Wimar Witoelar akan selalu dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia.

Wimar lahir di Padalarang, Jawa Barat, 14 Juli 1945 dari pasangan RA Witoelar Kartaadipoera dan Toti Soetiamah.

Wimar sempat kuliah di jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1963, tetapi tidak selesai.

Walaupun demikian, dia sejak masa kuliah terkenal aktif berorganisasi dan pernah memimpin beberapa organisasi kemahasiswaan intrakampus.

Wimar pada 1968 terpilih sebagai ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa ITB dan juga ditetapkan sebagai Ketua Umum Dewan Mahasiswa ITB periode 1968-1969.

AHY mengenang mendiang Wimar Witoelar sebagai sosok yang gigih memperjuangkan demokrasi dan kebebasan berpikir di tanah air.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News