Strategi Home Credit Indonesia Melewati Krisis Pandemi

Strategi Home Credit Indonesia Melewati Krisis Pandemi
Strategi Home Credit Indonesia melewati krisis pandemi. Foto: Home Credit Indonesia

Lewat aplikasi digital My Home Credit, kini pelanggan juga dapat mengakses berbagai layanan lain; beberapa di antaranya yaitu layanan e-money Home Credit Pay dan layanan paylater Home Credit BayarNanti, melalui kerja sama dengan KasPro sebagai pemilik izin E-Money dan QRIS dari Bank Indonesia.

"Aktivasi dan top-up saldo Home Credit Pay dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi My Home Credit. Lalu pelanggan dapat membayar berbagai tagihan mulai dari listrik, air, hingga BPJS, serta berbelanja kebutuhan sehari-hari di toko terdekat cukup dengan memindai QRIS di toko tersebut," sambungnya.

Kemudahan bertransaksi menggunakan QRIS juga dapat dirasakan saat menggunakan Home Credit BayarNanti.

Produk paylater yang bisa didapatkan oleh pelanggan yang sudah menggunakan produk pembiayaan dari Home Credit Indonesia ini bisa digunakan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan minimal transaksi Rp10.000 tanpa dikenakan biaya transaksi.

Pelanggan juga memiliki keleluasaan dalam memilih opsi cicilan, mulai dari satu bulan hingga sembilan bulan.

“Dengan strategi yang kuat yang dapat beradaptasi dengan segala perubahan gaya hidup dan pola belanja masyarakat, kami dapat meningkatkan pertumbuhan pelanggan kami serta secara perlahan mengembalikan performa bisnis ke level pre-covid tanpa mengorbankan kualitas (atau profil risiko) dari portofolio pembiayaan kami. Per akhir 2020, kami telah melayani lebih dari 4,7 juta pelanggan, bertambah sekitar 240 ribu dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Home Credit Indonesia senantiasa memperkuat kepercayaan pelanggan tidak hanya melalui layanan digital, namun disertai peningkatan kualitas layanan melalui jaringan mitra toko yang mencapai 16.485 tersebar di seluruh Indonesia," kata Animesh.

Jaringan mitra toko Home Credit di Indonesia tergolong cukup kuat di mana masyarakat Indonesia cenderung masih berbelanja di toko secara langsung. Total pembiayaan paling besar masih disumbang dari pengajuan pembiayaan secara offline dengan total volume sebesar Rp 4,2 triliun.

"Jika dilihat dari kontrak pembiayaan, pelanggan paling banyak mengajukan pembiayaan untuk gadget, laptop, dan smartphone (66,4 persen), barang elektronik dan TV (21,5 persen), furnitur (10,50 persen), diikuti jenis barang lain seperti aksesoris mobil, fesyen, dsb. Kepercayaan pelanggan untuk menggunakan layanan pembiayaan Home Credit tersebut dibuktikan dengan penghargaan dari Top Brand Awards 2021 untuk kategori industri ‘electronic & furniture leasing’ di mana Home Credit meraih poin Top Brand Index (TBI) sebesar 21,2 persen atau lebih tinggi dibanding perusahaan sejenis lainnya," kata dia. (rhs/jpnn)

Perusahaan pembiayaan berbasis teknologi Home Credit Indonesia (Home Credit) berhasil melewati badai pandemi Covid-19.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News