Jurus Pemerintah Memberdayakan Ekonomi Pesantren Pascapandemi Covid-19

Jurus Pemerintah Memberdayakan Ekonomi Pesantren Pascapandemi Covid-19
Webinar bertema “Pesantren Goes Digital: One Pesantren One Product” yang diselenggarakan MadeinIndonesia.com. Foto: MadeinIndonesia.com

jpnn.com, JAKARTA - Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian Chairul Saleh mengatakan, pemerintah akan terus membantu pemberdayaan ekonomi pesantren melalui beragam program yang terukur khususnya pascapandemi Covid-19.

Menurut Chairul Saleh, pesantren memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.

“Tentu kami akan tetap melaksanakan program pemberdayaan pesantren sesuai dengan hasil rapat koordinasi yang terakhir,” kata Chairul dalam Webinar bertema “Pesantren Goes Digital: One Pesantren One Product” yang diselenggarakan MadeinIndonesia.com, Selasa (27/4).

Chairul mengatakan, Kemenko Perekonomian telah menyiapkan pembiayaan Syariah dan untuk itu jangkauannya akan lebih luas.

“Bukan cuma pesantren, tetapi juga menjangkau ke komunitas lain seperti ormas (organisasi massa),” katanya.

Selama ini, Chairul menambahkan, pesantren lebih dikenal sebagai Lembaga yang fokus mengajarkan pendidikan agama tanpa dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai di bidang kewirausahaan.

Dengan makin banyaknya pelatihan kewirausahaan untuk pesantren, diharapkan bisa memberi bekal kepada para santri untuk membangun ekonomi pesantren, katanya.

Mengutip studi dari Global Enterpreneurship Monitor (GEM) 2019, Chairul mengatakan, dari 1.388 pelaku UKM hanya 10.7 persen yang pernah memperoleh dukungan pelatihan, pendampingan, inkubasi dan dukungan teknis.

Pesantren memiliki potensi ekonomi sangat besar, sehingga perlu dibantu melalui beragam program yang terukur khususnya pascapandemi Covid-19.