Sudah 17 Tahun Dipenjara, Raheem Bakal Didor Juga

Sudah 17 Tahun Dipenjara, Raheem Bakal Didor Juga
Utomo Karim menunjukkan rapor Raheem selama tinggal di Lapas Madiun. Foto: Eko Priyono/Jawa Pos

Karim menceritakan, Raheem sejatinya bukan nama asli. Dia juga tidak berasal dari Spanyol. Dari cerita kliennya, Raheem sebenarnya warga negara Nigeria. Karena kondisi ekonomi sulit, dia bermigrasi ke Malaysia. Tujuannya mencari pekerjaan di Singapura. ”Tapi, di Malaysia sampai lama, dia tidak juga diberi pekerjaan sampai paspornya habis,” tuturnya.

Saat itulah dia ditangkap petugas imigrasi Malaysia. Sanksinya, dia dikirim ke Thailand. Di Negeri Gajah Putih itulah, dia berkenalan dengan seorang bandar.

Hingga akhirnya, bandar tersebut meminta Raheem mengirimkan heroin ke Indonesia. Karim mengatakan, ketika berangkat ke Indonesia, Raheem dibuatkan paspor palsu. Termasuk data di dalam paspor dipalsukan. ”Tapi, saya lupa nama asli Raheem,” kata Karim.

Karim mengaku setuju peredaran narkoba harus diberantas. Tapi, seharusnya yang dihukum mati adalah bandar dan bukan kurir. ”Kalau kurir yang dieksekusi mati, sedangkan bandar masih berkeliaran, apa bisa efektif?” ujarnya. (eko/c6/ayi)

 

 


SURABAYA – Raheem Agbaje Salami, terpidana mati kasus penyelundupan narkoba, shock mendengar kabar tim eksekutor telah disiapkan untuknya.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News