JPNN.com

Sudah Ada Tol Trans Sumatera, Pak Basuki Tegaskan Pemerintah Tetap Peduli Jalintim

Selasa, 04 Agustus 2020 – 21:45 WIB
Sudah Ada Tol Trans Sumatera, Pak Basuki Tegaskan Pemerintah Tetap Peduli Jalintim - JPNN.com
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa pemerintah tetap memperhatikan pembangunan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Pulau Sumatera.

Menurutnya, keberadaan Tol Trans Sumatera tak membuat pemerintah mengesampingkan pembangunan Jalimtim. Basuki menyampaikan hal itu pada acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama, Penjaminan dan Regres Proyek KPBU Kegiatan Preservasi Jalintim Sumatera Selatan di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (3/8).

"Walaupun pembangunan Tol Trans Sumatera terus dilaksanakan agar tersambung dari Bakauheni sampai Banda Aceh pada 2024, tetapi Jalintim tidak bisa kita tinggalkan perannya," ujar Basuki.

Insinyur lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengharapkan preservasi Jalintim Sumsel akan membuat kondisi jalan baik dan mempersingkat waktu tempuh kendaraan. Basuki meyakini pengurangan waktu tempuh akan sangat berdampak pada penurunan harga barang, peningkatan pendapatan masyarakat sekitar, serta berkurangnya polusi udara.

Sementara Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Preservasi Jalintim Sumsel merupakan terobosan dalam penyelenggaraan jalan non-tol. Sebab, kerja sama itu juga menyangkut skema pembiayaan.

“Kegiatan perdana ini diharapkan menjadi perhatian kita semua, sehingga ke depannya dapat berjalan dengan lebih baik,” ujar Hedy.

Penandatanganan perjanjian penjaminan untuk proyek KPBU Preservasi Jalintim Sumsel itu dilakukan antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dengan PT Jalintim Adhi Abipraya selaku badan usaha pelaksana (BUP).

Menurut Direktur Utama PT PII M Wahid Sutopo, penjaminan pada proyek ini merupakan salah satu fasilitas dari Kementerian Keuangan guna meningkatkan kelayakan dan kenyamanan investasi bagi investor maupun perbankan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
ara