Suka Memborong Saat Lebaran? Simak Kiat Berikut Supaya tidak Boros

Suka Memborong Saat Lebaran? Simak Kiat Berikut Supaya tidak Boros
Suasana kawasan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Senin (18/5). Menjelang Hari Raya Idul Fitri, warga berburu kebutuhan lebaran di masa PSBB. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Kebiasaan untuk membeli sesuatu yang baru dalam jumlah yang banyak saat Lebaran sering dilakukan banyak orang. Hal ini tidak bisa lepas memang merupakan tradisi turun-temurun sejak lama.

Namun, segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Kebiasaan membeli barang secara kalap harus segara dipikirkan ulang pada saat Lebaran, apalagi pada saat pandemi virus corona seperti sekarang ini.

Apakah Kebiasaan Memborong Itu Negatif?

Sayangnya, memborong atau membeli banyak barang secara kalap, merupakan kebiasaan negatif. Apalagi kalau Anda sampai rela berhutang demi ngeborong.

"Kebiasaan sampai memborong itu negatif, sebenarnya mungkin baju tahun lalu masih bagus atau malah ada yang dibeli tapi tidak dipakai. Itu yang seperti ini negatif, artinya tidak mengontrol dirinya. Apakah ini memang dibutuhkan atau tidak," tutur Ikhsan.

"Terlebih kalau sampai rela utang atau rela kehabisan uang demi membeli itu semua. Jadi, cuma menuruti dorongan keinginannya saja," sambungnya.

Semua harus berdasarkan apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan. Kalau semua ingin, timbul rasa ingin membeli semuanya.

Bagaimana Caranya Supaya Keinginan Memborong Berkurang?

Kebiasaan membeli barang secara kalap harus segara dipikirkan ulang pada saat Lebaran, apalagi pada saat pandemi virus corona seperti sekarang ini.

Sumber klikdokter

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News