Sumbar dan Tasikmalaya Jadi Daerah Tertinggal

Sumbar dan Tasikmalaya Jadi Daerah Tertinggal
Sumbar dan Tasikmalaya Jadi Daerah Tertinggal
JAKARTA- Gara-gara bencana gempa yang melanda Sumatera Barat, Jambi, dan Tasikmalaya menjadi daerah tertinggal. Hal ini dikemukakan Sekretaris Menteri Negara (Sesmeneg) Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) Lucky Korah karena banyak sumber daya yang hilang. Seperti bangunan fisik, sumber daya alam, dan sumber daya manusia.

"Daerah tertinggal kebanyakan di wilayah rawan bencana seperti gempa, longsor, banjir. Daerah yang rawan konflik juga masuk daerah tertinggal. Di Maluku contohnya, semuanya tertinggal kecuali kotanya," tutur Lucky dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (4/11).

Untuk mengurangi jumlah daerah tertinggal di Sumbar, Jambi, dan Tasikmalaya, Lucky Kementerian Daerah Tertinggal telah berkoordinasi dengan Menkokesra, Departemen PU, Departemen Keuangan untuk melakukan rehabilitasi pascabencana. Terutama pembangunan infrastruktur, penyediaan rumah, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, dalam rapat Badan Anggaran dengan Menkeu pada Selasa (3/11) telah disetujui penambahan anggaran Rp2,2 triliun untuk penanggulangan bencana alam di Tasikmalaya, Sumatera Barat dan Jambi.

JAKARTA- Gara-gara bencana gempa yang melanda Sumatera Barat, Jambi, dan Tasikmalaya menjadi daerah tertinggal. Hal ini dikemukakan Sekretaris Menteri

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News