JPNN.com

Survei Capres: Pak Prabowo Nyaman di Puncak, Kang Emil Rebut Posisi Kedua

Kamis, 18 Februari 2021 – 19:23 WIB
Survei Capres: Pak Prabowo Nyaman di Puncak, Kang Emil Rebut Posisi Kedua - JPNN.com
Hasil survei Indometer terkait elektabilitas capres. Foto: ANTARA/HO-Survei Indometer

jpnn.com, JAKARTA - Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden terkuat masih nisbi stabil dan tetap kokoh, namun elektabilitas Ridwan Kamil berhasil menyalip Ganjar Pranowo.

Temuan survei Indometer menunjukkan elektabilitas Prabowo sebesar 17,2 persen. Sebelumnya elektabilitas dia sempat turun dari 17,6 persen menjadi 16,8 persen pada survei bulan Oktober 2020.

"Prabowo masih kukuh sebagai capres terkuat, sementara Ridwan Kamil dan Ganjar kini mulai saling menyalip," kata Direktur Eksekutif lembaga survei Indometer, Leonard SB dalam siaran persnya, di Jakarta, Kamis (18/2).

Elektabilitas Ganjar saat ini sebesar 15,9 persen, setelah sebelumnya naik dari 15,4 persen (Juli 2020) menjadi 16,5 persen (Oktober 2020). Sedangkan Kang Emil melesat hingga 16,1 persen, padahal sebelumnya turun dari 11,3 persen (Juli 2020) menjadi 10,6 persen (Oktober 2020).

Menurut Leonard, melonjaknya elektabilitas Kang Emil menjadi tantangan, bukan hanya bagi Ganjar, tetapi juga koalisi PDIP dan Gerindra. Ganjar merupakan representasi PDIP, sedangkan Prabowo sangat mungkin dicalonkan lagi oleh Gerindra.

"Meskipun bukan figur partai politik, tetapi Kang Emil terbukti mampu memenangkan dukungan dari parpol-parpol yang berbeda. Dimulai dari pemilihan Wali Kota Bandung pada 2013 dan pemilihan Gubernur Jawa Barat pada 2018 silam," tutur-nya.

Posisi tiga besar makin mantap dikuasai oleh Prabowo, Kang Emil, dan Ganjar. Pada posisi berikutnya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno makin melorot. Elektabilitas Anies terus menurun, dari 10,1 persen (Juli 2020) menjadi 8,9 persen (Oktober 2020), dan kini 7,6 persen.

Sementara itu Sandi juga terus-menerus merosot, dari 8,8 persen (Juli 2020) menjadi 7,7 persen (Oktober 2020), dan kini 6,8 persen. "Jika tren ke depan terus menurun, peluang Anies dan Sandi untuk masuk bursa pilpres semakin berat," ucap Leonard menegaskan.

Sumber Antara

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...