Survei: Enam Partai Ini Tak Lolos ke Senayan

Survei: Enam Partai Ini Tak Lolos ke Senayan
Peneliti LSI Ardian Sopa (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan dari hasil survei Empat Divisi Partai Politik dan Efek Capres/Program, Jakarta, Selasa (8/5). Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru elektabilitas partai politik jelang pemilu serentak 2019. Hasilnya, hanya tiga partai yang elektabilitasnya di atas sepuluh persen.

Urutan pertama terdapat PDI Perjuangan (21,7 persen). Kemudian Golkar (15,3 persen) dan Gerindra (14,7 persen).

"Dua partai bersaing di divisi menengah. Masing-masing PKB (6,20 persen) dan Demokrat (5,80 persen). Dukungan terhadap dua partai ini kemungkinan bisa meningkat jika mulai terasosiasi dengan capres yang kuat dan program populer," ujar Ardian Sopa, peneliti LSI Denny JA saat merilis hasil survei di Jakarta, Selasa (8/5).

Menurut Ardian, hasil survei juga memperlihatkan ada lima partai yang berada di divisi bawah. Masing-masing PAN (2,50 persen), NasDem (2,30 persen), Perindo (2,30 persen), PKS (2,20 persen) dan PPP (1,80 persen).

"Jika ditambah margin of error 2,9 persen, kelima partai ini masih memungkinkan lolos parliamentary threshold 4 persen," ucapnya.

Ardian lebih lanjut memaparkan, ada enam partai yang kemungkinan tidak lolos ke Senayan jika mengacu hasil survei terbaru yang mereka lakukan.

Masing-masing Hanura (0,70 persen), PBB (0,40 persen), Garuda (0,30 persen), PKPI (0,10 persen), PSI (0,10 persen) dan Berkarya (0,10 persen).

"Perolehan enam partai ini walau ditambah margin of error 2,9 persen tetap tidak lolos parliamentary threshold 4 persen. Meski demikian, sisa swing voters ada 23,5 persen. Tanpa usaha ektra enam partai ini kemungkinan tidak dapat mengantarkan wakilnya ke DPR periode 2019-2024," katanya.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru elektabilitas partai politik jelang pemilu serentak 2019

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News