Survei Kemendikbud: 20% Responden Siswa Minta Durasi Tayangan BDR di TVRI Ditambah

Survei Kemendikbud: 20% Responden Siswa Minta Durasi Tayangan BDR di TVRI Ditambah
Seorang anak menonton tayangan di saluran TVRI. Foto: Ricardo/JPNN.com

Sementara itu, sebanyak 78,6% responden di wilayah non-3T menyatakan menonton TVRI selama masa pembelajaran dari rumah.

"Ini menjadi masukan bagi kami untuk melakukan perbaikan program mendatang. Khususnya pendekatan bagi publik di wilayah 3T," ujarnya.

Salah satu umpan balik yang didapatkan dari survei ini adalah sebanyak 20% responden siswa mengharapkan penambahan durasi tayangan pembelajaran.

"Kami akan berkoordinasi dengan TVRI terkait kemungkinan penambahan jam tayang. Terutama materi pembelajaran kemampuan kecakapan hidup dan vokasi. Mungkin bisa menambah durasi tayangan minimal 45 menit per segmennya," tutur Evy.

Kemudian untuk mengakomodir harapan masyarakat mengenai perbaikan teknis siaran seperti perbaikan sinyal siaran dan perluasan akses program BDR, Kemendikbud juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kemungkinan relai program dengan stasiun televisi lokal.

"Kami juga sedang mengkaji metode pembelajaran luar jaringan atau offline lainnya bagi masyarakat 3T yang tidak memiliki televisi. Misalnya menggunakan radio, buku, maupun relawan," ungkap Evy.

Dijelaskan Evy, data untuk kelompok responden guru di daerah 3T didapatkan dari survei SMS dan daring.

Sedangkan untuk kelompok responden guru di daerah non-3T, siswa, dan orang tua diperoleh dengan menggunakan metode daring. Jumlah responden untuk survei daring sebanyak 1.198 guru, 1.736 siswa, dan 1.373 orang tua.

Kemendikbud bersama UNICEF melakukan survei untuk mengevaluasi pelaksanaan program Belajar dari Rumah atau BDR di TVRI.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News