Survei terbaru: Pria Usia Paruh Baya di Australia adalah Kelompok yang Paling Kesepian

Survei terbaru: Pria Usia Paruh Baya di Australia adalah Kelompok yang Paling Kesepian
Beberapa organisasi kesehatan memperingatkan dampak psikologis dan kesehatan bagi pria yang mengalami kesepian. (Reuters: David Gray)

"Kesepian adalah perasaan terisolasi, tidak merasa memiliki dan tidak merasa adanya koneksi. Ini sesuatu yang tidak bisa diremehkan ketika kita berbicara mengenai kesehatan mental pria."

Situs Healthy Male memperingatkan dampak serius dari kesepian yang dirasakan oleh pria, termasuk dampak negatif terhadap kesehatan fisik seperti penyakit jantung, dan stroke dan juga kesehatan mental seperti stres, depresi dan kecemasan.

Dr Seidler mengatakan bahwa dampak kesepian terhadap kesehatan mental dan fisik di kalangan pria sekarang sudah memerlukan perhatian serius di Australia.

"Kita kehilangan rata-rata tujuh pria per hari, setiap hari, karena bunuh diri di negeri ini," katanya.

Tekanan paling tinggi di usia paruh baya

Menurut von Saldern, sementara masih belum jelas betul mengapa pria di usia paruh baya merupakan mereka yang paling merasa kesepian, ada beberapa faktor yang menurutnya relevan untuk diperhatikan.

"Kita tahu di usia 35 sampai 49 tahun, terjadi perpisahan atau perceraian. Juga tekanan di tempat kerja terjadi. Ada sejumlah peristiwa dalam hidup yang betul-betul berpengaruh buruk pada rentang usia ini," katanya.

Dr Seidler mengatakan alasan utama lainnya adalah pria di saat itu 'tidak lagi memberikan prioritas bagi persahabatan dan koneksi sosial." 

"Sementara perempuan bisa mempertahankan persahabatan sampai waktu lama, apa yang kita lihat adalah menurunnya kualitas persahabatan di kalangan pria setelah mereka tamat SMA, tamat kuliah, kemudian mulai bekerja dan juga menjadi orangtua," katanya.

Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan organisasi kesehatan bagi pria Healthy Male menyimpulkan bahwa 43 persen pria Australia mengalami kesepian, dan 16 persen di antaranya mengalami tingkat kesepian yang parah

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News