Susno Berani Sebut Kapolri Arogan

Susno Berani Sebut Kapolri Arogan
Susno Berani Sebut Kapolri Arogan
"Apakah saya ada potongan teroris, saya kira nggak. Apakah saya ada potongan narkotika, badannya ceking, saya juga tidak. Apakah saya ada potongan koruptor, ada juga, perut saya gendut," katanya sembari terkekeh. Bagaimana dengan transaksi antara dia dan kuasa hukumnya, Johnny Situwanda? Susno justru percaya bahwa pengacaranya itu akan mempertanyakan kepada penyidik dari mana mendapatkan data rekening dia.

"Dia akan bertanya, pak penyidik dari mana Anda tahu transaksi saya. Polisi menjawab, dari PPATK. Kenapa PPATK memberikan rekeningnya? Ini permintaan kepolisisan. Dia akan bertanya, pak polisi kenapa rekening saya dibuka. Apakah saya narkotik, apakah saya koruptor, teroris, atau money laundering? Dia akan menuntut balik," katanya.

Secara terpisah, sumber Jawa Pos di lingkaran dalam kubu Susno menyebut, ada informasi Susno dibidik dalam tiga kasus. "Yang pertama kasus  Gayus Tambunan dengan rekayasa pengakuan Kompol Arafat," katanya. Yang kedua, Susno akan dijebak dengan kasus arwana yang melibatkan Haposan Hutagalung. Haposan disebut memberi pengakuan pada penyidik bahwa sudah memberikan sejumlah uang pada Syahril Djohan untuk Susno.

"Jerat ketiga lewat kasus Johny Situwanda, seakan-akan ada aliran dana dari Johny secara ilegal ke rekening Pak Susno," kata orang dekat Susno itu. Padahal, tambahnya, dana itu memang dana bisnis resmi keluarga Susno yang diurus oleh Johny selaku lawyer keluarga.  

JAKARTA - Mabes Polri agaknya harus menemukan cara baru untuk menyeret mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji ke meja pemeriksaan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News