Tahu Enggak Liga Mana Tetap Sangar di Masa Pandemi? Ini Jawabannya

Tahu Enggak Liga Mana Tetap Sangar di Masa Pandemi? Ini Jawabannya
Pemain Chelsea Kai Havertz saat melawan Crystal Palace di Stamford Bridge, London, 3 Oktober 2020.(Pool via REUTERS/MIKE HEWITT)

jpnn.com, INGGRIS - Liga Premier Inggris tetap berdiri tegak, bergulir dengan sangar di tengah badai krisis virus corona.

Padahal, kebanyakan liga lain tiarap, bahkan hampir semua klub Eropa menjerit gara-gara resesi akibat pandemi yang melanda seluruh dunia.

Bundesliga boleh saja membanggakan diri dengan Bayern Muenchen-nya yang sukses menjuarai Liga Champions, La Liga dengan kementerengan Real Madrid dan Barcelona-nya, atau Ligue 1 Prancis dengan Paris Saint Germaint-nya yang pemiliknya bisa membuat siapa pun menjadi pemain paling mahal di dunia.

Namun, semuanya kalah sangar dari Liga Premier yang walaupun juga dibuat nestapa oleh hilangnya pemasukan dari penonton, tetap bisa jor-joran berbelanja guna membangun skuad yang bisa merebut trofi apa saja.

Bayangkan, dari total Rp 57 triliun yang dihabiskan lima liga elite Eropa selama musim panas yang menjadi bursa transfer pertama di tengah pandemi, 43 persen di antaranya dibelanjakan oleh klub-klub Liga Inggris.

Liga Inggris menghabiskan 1,26 miliar pound (Rp 24,1 triliun) untuk membeli tiga pemain termahal Liga Inggris musim panas ini.

Yaitu, Kai Havertz, Ruben Dias, dan Timo Werner, kemudian puluhan lainnya baik produk asing maupun lokal.

Hanya Burnley yang tak berbelanja, karena neraca keuangan dibuat cekak oleh pandemi.

Ternyata ada satu liga di dunia ini yang tetap sangar di masa pandemi, saat liga lain tiarap. Ini dia jawabannya...

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News