Tahun Ini Setop Impor Jagung

Tahun Ini Setop Impor Jagung
Ilustrasi. Foto: Radar Bolmong/JPNN

’’Dalam empat bulan saja, sudah bisa produksi lebih dari 50 persen capaian tahun lalu. Jadi, lebih baik tahun ini tidak impor,’’ kata Nandang.

Sementara itu, Bupati Lamongan Fadeli mengatakan, kawasan jagung modern di Desa Banyubang tersebut merupakan implementasi dari mempelajari pertanian modern di Amerika Serikat.

Hasilnya, produktivitas jagung Lamongan yang sebelumnya rata-rata 5,8 ton per hektare dari hasil ubinan meningkat menjadi rata-rata 10,6 ton per hektare dengan komoditas jagung jenis hibrida.

Hasil produktivitas paling rendah hanya delapan ton dan yang tertinggi mencapai 12,71 ton per hektare.

Ada sebelas varietas jagung hibrida yang diuji coba, termasuk lima varietas unggulan yang menghasilkan produktivitas lebih dari sepuluh ton per hektare.

Dalam beberapa tahun, produktivitas jagung di Lamongan meningkat signifikan. Pada 2015, produktivitasnya mencapai 323 ribu ton per tahun.

Tahun lalu terjadi peningkatan hingga 340 ribu ton per tahun.

 Pada 2017, dengan adanya pilot project pertanian modern, minimal kenaikannya mencapai 50 ribu ton.

Pemerintah berambisi tak mengimpor jagung pada 2018 mendatang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News