Tahun yang Mengerikan

Tahun yang Mengerikan
Untuk pertama kalinya sejak invasi dimulai Februari lalu, warga Ukraina harus bertahan hidup dari gempuran tentara Rusia dan kerasnya musim dingin sekaligus. Foto: Dimitar DILKOFF / AFP

Maka pada tahun itu Nabi Muhammad mengadakan perjalanan spiritual yang dikenal sebagai Isra Mikraj. Perjalanan dua etape pada malam hari, yakni dari Makkah menuju Masjidilaksa di Palestina, kemudian Mikraj naik ke langit untuk bertemu Allah.

Hari ini kita berada pada pengujung 2022. Sangat banyak peristiwa buruk yang terjadi sepanjang tahun yang membuat situasi menjadi suram.

Akan tetapi, di sisi lain ada juga peristiwa yang menciptakan optimisme dalam menyambut tahun yang baru. Menjelang pergantian  tahun, Indonesia mengakhiri pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Kebijakan itu menandai akhir dari siaga pandemi yang sudah berlangsung selama hampir tahun terakhir. Dengan berakhirnya PPKM, Indonesia secara resmi menyatakan lepas dari siaga pandemi.

Memang hal itu disambut dengan sukacita, tetapi juga dengan dibarengi kewaspadaan yang membawa waswas.

Pandemi Covid-19 telah memorakporandakan dunia internasional. Ketika sains dan teknologi berkembang membawa manusia kepada kemakmuran dan kesejahteraan, muncul virus kecil yang membuat seluruh dunia tunggang langgang.

Terbukti bahwa sistem kesehatan dunia tidak siap menghadapi serangan tidak terduga itu. Tahun-tahun pandemi membuktikan betapa rapuhnya pertahanan dunia dari serangan virus kecil itu.

Serangan itu sekaligus membuktikan bahwa masyarakat internasional tidak mempunyai mekanisme baku untuk mempertahankan dirinya sendiri. Setiap negara mempunyai caranya sendiri untuk menghindari bencana.

Bahasa Latin memiliki ungkapan untuk menggambarkan tahun yang penuh peristiwa suram atau bahkan peristiwa mengerikan: annus horribilis.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News