Taiso dan Amanat Pahlawan Seroja

Taiso dan Amanat Pahlawan Seroja
Taiso dan Amanat Pahlawan Seroja
Sore itu, Kamis lalu (17/1), begitu mendarat di Dili dengan pesawat BUMN Merpati Nusantara, dan setelah diterima PM Xanana, saya langsung ke Taman Makam Pahlawan Seroja. Di situ, saya merenungkan jasa dan pengorbanan para pahlawan yang jumlahnya lebih dari 3.000 orang itu. Di situ, saya meneguhkan tekad bahwa pengorbanan mereka tidak boleh sia-sia.

 

Tujuan mereka dulu adalah untuk membangun jajahan Portugal tersebut agar tidak terus-menerus menderita. Tujuan itu kini bisa diamanatkan untuk diteruskan BUMN: ikut membangun Timor Leste secara ekonomi. Maka, teman-teman BUMN bertekad untuk terus aktif memenangi berbagai macam tender proyek di sana.

 

Tender jembatan besar menuju Bandara Komoro dimenangi Wika. Demikian juga beberapa proyek jalan. Gedung baru kementerian keuangan yang 12 lantai di dalam Kota Dili dimenangi PP. Nilai proyek tersebut mencapai Rp 250 miliar. PP juga masih mengikuti beberapa tender internasional lainnya.

 

Pukul enam pagi, ketika matahari belum terbit, saya sudah berada di lokasi proyek itu. Teman-teman PP yang masih sangat muda-muda berada di sana mempertaruhkan nama Indonesia. Mereka bekerja keras untuk menyelesaikan proyek dengan kondisi yang amat berbeda dari di Indonesia. Hukumnya, adatnya, aturannya, kontraknya, dan seterusnya.

"INI gara-gara BUMN," ujar Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao. "Gara-gara banyak proyek ditangani BUMN, jarang hujan di sini,"

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News