Tak Goyah Meski Sedang di Penjara

Tak Goyah Meski Sedang di Penjara
Bob Hasan. Foto : DINARSA KURNIAWAN/JAWA POS
Bob Hasan mengungkapkan, dirinya sudah berkecimpung di PASI sejak 1979, dan menjadi ketua pada 1982. Pria bernama Tionghoa The Kian Seng itu menuturkan, menjadi pemina olahraga itu harus iklas dan mau berkorban. Itulah yang membuatnya mampu bertahan sekian lama di induk olahraga atletik nasional itu.

   

"Saya ingin membantu memajukan atletik dan membina bibit-bibit atlet potensial. Kalau tidak ada yang mau peduli, bagaimana olahraga bisa berprestasi," urai pria yang pernah mendapat julukan Raja Kayu tersebut.

     

Dia menuturkan, sebenarnya dirinya hanya dipasang saja untuk memancing sponsor datang. Tapi, dia juga tak menampik sebagian uangnya kerap terpakai untuk membiayai PASI. Hanya, dia tidak mau menyebutkan berapa jumlah uang pribadi yang sudah dihabiskannya sejak terlibat di PASI.

     

Dia memberikan gambaran, setiap bulan biaya yang dibutuhkan untuk latihan atlet pelatnas sekitar Rp 15 juta per orang. Dengan jumlah atlet yang mencapai sekitar 100 orang, berarti setiap bulan pihaknya harus mengeluarkan dana sekitar Rp 1,5 miliar.

     

ATLETIK dikenal sebagai salah satu cabor yang konsisten melangsungkan pelatihan. Ada atau tidak ada program dari pemerintah, pelatnas atletik tetap

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News