Jumat, 16 November 2018 – 10:14 WIB

Ritual Yadnya Kasada Suku Tengger di Gunung Bromo

Takut Ada Karma, Dukun Batal Dilantik

Ritual Yadnya Kasada Suku Tengger di Gunung Bromo

Minggu, 01 Juli 2018 – 06:56 WIB
Takut Ada Karma, Dukun Batal Dilantik - JPNN.COM

jpnn.com - Warga suku Tengger di empat kabupaten di Lereng Gunung Bromo, yakni, Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo, menggelar puncak perayaan Yadnya Kasada, Sabtu (30/6). Namun, pelantikan dukun yang biasa dilakukan, urung dilakukan kemarin malam.

Di Kabupaten Probolinggo sendiri, euforia ritual untuk membalas pengorbanan suci Raden Kusuma itu sudah terasa sejak pagi. Warga suku Tengger di Kecamatan Sukapura, silih berganti sembahyang di Pura Luhur Poten di lautan pasir, Desa Ngadisari, Sukapura.

Malam harinya sebelum ritual puncak Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten, digelar pengukuhan warga kehormatan di Pendapa Agung Desa Ngadisari. Ada 8 orang yang dikukuhkan sebagai warga kehormatan.

Yaitu, Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Probolingog Tjahjo Widodo beserta istri, Sekda Soeparwiyono beserta istri, Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad Beserta istri dan Dandim 0820 Letkol Kav Depri Rio Saransi beserta istri.

Sekitar pukul 00.00, warga tengger dari empat daerah beranjak ke lautan pasir Gunung Bromo. Mereka mengikuti ritual puncak Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten. Para dukun pun memimpin ritual di sana.

Sedangkan, warga yang telah bersembahyang dan menunggu labuh sesaji, tak sedikit yang tertidur di belakang pura. Lelaki dan perempuan, tua, muda dan anak-anak, berjubel menjadi satu.

Mereka tidur beralaskan tikar yang dibawa serta berselimut. Sedangkan di sampingnya ada bermacam hasil bumi serta hewan yang hendak dilabuhkan.

Menjelang pukul 05.00, warga Tengger menuju kawah Bromo dengan membawa ongkek dan hewan. Begitu tiba di kawah, mereka melemparkan sesaji yang dibawa.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar