Tanggapi Isu Tiga Periode, GMKI: Pemerintah Tetap Fokus Bekerja, Biarkan Rakyat Bicara

Tanggapi Isu Tiga Periode, GMKI: Pemerintah Tetap Fokus Bekerja, Biarkan Rakyat Bicara
Ketua Umum PP GMKI Jefri Gultom. Foto: Dok. GMKI

jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indoensia (GMKI) merespons hasil survei Litbang Kompas terkait kepuasan publik yang tinggi terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin mencapai 73.9 persen. Survei tersebut menunjukkan kinerja pemerintah yang berdampak kepada masyarakat.

Namun, GMKI mengingatkan bahwa isu Jokowi tiga periode menyusul hasil survei tersebut terhalang tembok konstitusi.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi yang bekerja keras dan memperhatikan kepentingan rakyat. Survei tersebut membuktikan hasil kerja selama ini berdampak. Namun, isu susulan tiga periode itu kan teradang tembok konstitusi,” kata Ketua Umum PP GMKI Jefri Gultom pada Kamis (24/2).

Jefri menyarankan sebagai negara yang kedaulatan tertingginya berada di tangan rakyat, Pemerintah tidak perlu ikut-ikutan merespons isu susulan itu.

“Pemerintah harus fokus bekerja. Segala wacana, aspirasi itu diakumulasikan dalam sistem demokrasi kita melalui kanal-kanal yang tersedia dan terakhir kami tunggu saja respons DPR/MPR,” kata dia.

Menurut Jefri, GMKI juga menghimpun isu ini dengan teliti sebagai bagian dari pilar demokrasi. Namun sekali lagi, kita minta Pemerintah tak ikut-ikutan. Jangan sampai isu ini mengganggu kinerja sehingga program prioritas jadi meleset," ujarnya.

Jefri mengingatkan pemerintah jangan terpancing dan ikut-ikutan menyusun strategi.

"Ya kita harap Pemerintah jangan tergoda dan diam-diam menyusun siasat dan strategi. Angka Survei kadang naik kadang turun. Cukup bekerja saja tulus lalu biarkan rakyat menilai dan memutuskan secara rasional untuk nasibnya mendatang," ungkap Jefri.

Pengurus Pusat GMKI merespons hasil survei Litbang Kompas terkait kepuasan publik yang tinggi terhadap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin mencapai 73.9 persen.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News